Latar Belakang
Latar Belakang
Akhir-akhir ini orang tua banyak yang cemas terhadap perilaku anak-anak mereka, diantaranya perilaku yang tidak sopan terhadap orang tua, semagat belajar menurun, banyaknya kasusu tawuran, dan sebagainya. Para orang tua banyak menyimpulkan bahwa mutu pendidikan sekarang sudah mulai mengalami penurunan dari segi pendidikan akhlaqnya.
Sementara para cendekia menyoroti terjadinya permasalahan dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan masalah kurikulum, metode pengajaran, media belajar, system evaluasi, kesesuaian antara pendidikan dan lapangan kerja, dan masalah yang berkaitan dengan moral.
Kesimpulan yang dapat diambil akibat terjadinya krisis dalam dunia pendidikan saat ini adalah karena adanya pemisahan pendidikan dengan nilai-nilai luhur dalam agama, hal tersebut dapat dilihat dari 3 gejala yakni:
Pertama, terjadi dikotomi antara pendidikan agama dengan pendidikan non agama. Seolah-olah pendidikan umum yang dipelajari tidak adanya keterkaitan sama sekali dengan nilai-nilai dalam beragama.
Kedua, Lembaga pendidikan Islam dipersempit ruang geraknya, sehingga aktifitasnya terbatas pada peran tradisional berupa memelihara tradisi keagamaan yang jumud.
Ketiga, sikap apatis umat Islam terhadap system pendidikan agama yang akhirnya menyebabkan lembaga pendidikan Islam semakin terpuruk kepinggir kehidupan.
Pendidikan modern saat ini telah dihadapkan kepada kegagalan, dan sebagai bukti adalah meningkatnya kriminalitas, dekadensi moral, krisis kejiawaan pada orang-orang yang cukup lama mengenyam pendidikan formal dan Iain-Iain, semua itu merupakan indikasi kegagalan sitem pendidikan yang parsial.
Soiusi dari adanya krisis pendidikan adalah dengan menerapkan manhaj Islam dalam system pendidikan. Dalam sejarah, Rosulullah Muhammad SAW telah berhasil membumikan manhaj Islam dalam mendidik manusia saat itu. Pelopor perubahan dan akhirnya bisa merubah masyarakat Arab jahiliyah (bodoh) menjadi masyarakat yang khoiroh ummah (ummat yang terbaik).
Untuk mengulangi keberhasilan mendidik manusia sebagaimana berhasilnya Rosulullah SAW mendidik para sahabat dengan menggunakan konsep pendidikan islam, maka dari itu Yayasan Nurul Izzah mendirikan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Bashiroh sejak Juli 2012 sampai sekarang. Tetapi, tentu saja, kami sadar sesadar-sadarnya bahwa manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan, wajib saling tolong-menolong dalam melakukan kebajikan. Kami membutuhkan bantuan, bimbingan, dan pengawasan menyeluruh dari Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan agar SMP yang kami rintis dapat berjalan dengan baik, berkualitas dan mencapai harapan kita semua.
Upaya ini, Alhamdulillah, telah didukung oleh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Pemerintah setempat, bukan hanya di Desa Tanggung, tetapi juga desa-desa sekitarnya.
Akhir-akhir ini orang tua banyak yang cemas terhadap perilaku anak-anak mereka, diantaranya perilaku yang tidak sopan terhadap orang tua, semagat belajar menurun, banyaknya kasusu tawuran, dan sebagainya. Para orang tua banyak menyimpulkan bahwa mutu pendidikan sekarang sudah mulai mengalami penurunan dari segi pendidikan akhlaqnya.
Sementara para cendekia menyoroti terjadinya permasalahan dalam dunia pendidikan adalah terkait dengan masalah kurikulum, metode pengajaran, media belajar, system evaluasi, kesesuaian antara pendidikan dan lapangan kerja, dan masalah yang berkaitan dengan moral.
Kesimpulan yang dapat diambil akibat terjadinya krisis dalam dunia pendidikan saat ini adalah karena adanya pemisahan pendidikan dengan nilai-nilai luhur dalam agama, hal tersebut dapat dilihat dari 3 gejala yakni:
Pertama, terjadi dikotomi antara pendidikan agama dengan pendidikan non agama. Seolah-olah pendidikan umum yang dipelajari tidak adanya keterkaitan sama sekali dengan nilai-nilai dalam beragama.
Kedua, Lembaga pendidikan Islam dipersempit ruang geraknya, sehingga aktifitasnya terbatas pada peran tradisional berupa memelihara tradisi keagamaan yang jumud.
Ketiga, sikap apatis umat Islam terhadap system pendidikan agama yang akhirnya menyebabkan lembaga pendidikan Islam semakin terpuruk kepinggir kehidupan.
Pendidikan modern saat ini telah dihadapkan kepada kegagalan, dan sebagai bukti adalah meningkatnya kriminalitas, dekadensi moral, krisis kejiawaan pada orang-orang yang cukup lama mengenyam pendidikan formal dan Iain-Iain, semua itu merupakan indikasi kegagalan sitem pendidikan yang parsial.
Soiusi dari adanya krisis pendidikan adalah dengan menerapkan manhaj Islam dalam system pendidikan. Dalam sejarah, Rosulullah Muhammad SAW telah berhasil membumikan manhaj Islam dalam mendidik manusia saat itu. Pelopor perubahan dan akhirnya bisa merubah masyarakat Arab jahiliyah (bodoh) menjadi masyarakat yang khoiroh ummah (ummat yang terbaik).
Untuk mengulangi keberhasilan mendidik manusia sebagaimana berhasilnya Rosulullah SAW mendidik para sahabat dengan menggunakan konsep pendidikan islam, maka dari itu Yayasan Nurul Izzah mendirikan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Bashiroh sejak Juli 2012 sampai sekarang. Tetapi, tentu saja, kami sadar sesadar-sadarnya bahwa manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan, wajib saling tolong-menolong dalam melakukan kebajikan. Kami membutuhkan bantuan, bimbingan, dan pengawasan menyeluruh dari Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan agar SMP yang kami rintis dapat berjalan dengan baik, berkualitas dan mencapai harapan kita semua.
Upaya ini, Alhamdulillah, telah didukung oleh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Pemerintah setempat, bukan hanya di Desa Tanggung, tetapi juga desa-desa sekitarnya.

Komentar
Posting Komentar